Kriteriapencapaian ketuntasan belajar siswa (KD/indicator) Kriteria Ketuntasan Minimal. Kompleksitas. Daya dukung. intake. KD. Mapel. A. Mengidentifikasi sifat larutan non elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. 1. menyimpulkan gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.
air Dengan demikian kadar H2SO4 berkurang dan massa jenis larutan berkurang. Aki yang baru diisi mengandung larutan dengan massa jenis 1,25–1,30 gram/ cm3. Jika massa jenis larutan turun sampai 1,20 gram/ cm3, aki harus diisi kembali. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran elektron pada kedua elektrode. Pada pengosonganPTSMI memiliki dua unit laboratorium yaitu : 1) Laboratorium water. Laboratorium ini berfungsi untuk menganalisa senyawa-senyawa yang terkandung dalam ait, baik air limbah, air laut ,air produksi. Para meter yang dianalisa pH, Conductivity, Kationdan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7. kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan pH = 12 adalah 2 .10-8 mol/L. Kelarutan ini kira-kira 4000 kali lebih kecil daripada kelarutan Mg(OH)2 dalam akuades. Menginjak kuburan atau berjalan
NonelektrolitElektrolit Lemah Elektrolit Kuat Pada pengujian larutan dengan alat uji elektrolit, ada tiga kemungkinan yang dapat diperoleh: 1. Jika lampu menyala dan di sekitar elektrode timbul gelembung-gelembung gas, maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar listrik yang baik dan disebut larutan elektrolit kuat. 2.
Secaraumum, perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah dapat disimpulkan sebagai berikut. Gambar (a) Larutan elektrolit kuat (lampu menyala terang), (b) larutan elektrolit lemah (lampu menyala redup), dan (c) larutan nonelektrolit (lampu tidak menyala) 3. Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit.
0XQhRwE.